TimurTotabuan.com Boltim – Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi pusat berkumpulnya Kaum Bapak Katolik dari berbagai wilayah Keuskupan Manado dalam pelaksanaan Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik se-Keuskupan Manado Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Mooat, Rabu (1/7/2026), secara resmi dibuka oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo, SE, MM.

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, Vikaris Episkopal Kevikepan Stella Maris Pastor Clemens Joy Derry, Pr., Ketua Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado Drs. Edwin Kindangen, M.Si., para imam, biarawan dan biarawati, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan peserta dari berbagai paroki di Keuskupan Manado.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan karena Bolaang Mongondow Timur dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi yang dinilai memiliki makna strategis, tidak hanya bagi organisasi Kaum Bapak Katolik, tetapi juga dalam memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Timur, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Kehadiran Bapak-bapak sekalian merupakan suatu kehormatan bagi daerah kami dan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat semangat pelayanan,” ujar Bupati.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan dan persatuan terus hidup di tengah keberagaman. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkokoh hubungan antarsesama sekaligus membawa dampak positif bagi daerah yang menjadi tuan rumah.
Bupati menilai tema konferensi tahun ini, “Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado Berjalan Bersama Menerangi Keluarga, Gereja, dan Negara dalam Semangat Kasih Persaudaraan,” merupakan ajakan untuk menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat berjalan bersama, katanya, harus diwujudkan melalui peran aktif dalam keluarga, pelayanan kepada gereja, kepedulian terhadap sesama, serta dukungan terhadap pembangunan bangsa.

Ia juga mengajak Kaum Bapak Katolik untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga toleransi, memperkuat solidaritas sosial, dan menciptakan suasana kehidupan yang damai di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi-organisasi keagamaan yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial yang rukun, damai, dan bermartabat,” tegasnya.
Bupati turut memberikan apresiasi atas berbagai kontribusi Kaum Bapak Katolik yang selama ini aktif dalam pelayanan gereja, kegiatan sosial kemasyarakatan, pembinaan keluarga, hingga menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, peran tersebut merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang harmonis dan berkelanjutan.
Ia berharap Konferensi VIII tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga melahirkan program-program yang mampu memperkuat kualitas pelayanan kepada umat, membangun ketahanan keluarga Katolik, serta memperluas pengabdian Kaum Bapak Katolik bagi gereja, masyarakat, dan daerah.
Sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan, Bupati Oskar Manoppo secara resmi membuka Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik se-Keuskupan Manado Tahun 2026 dengan mengajak seluruh peserta menjadikan semangat kasih persaudaraan sebagai landasan dalam setiap karya pelayanan.
“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memohon penyertaan dan berkat-Nya bagi kita semua, Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik se-Keuskupan Manado Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.
Pembukaan konferensi tersebut menandai dimulainya rangkaian persidangan dan pertemuan yang diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis sekaligus memperkuat peran Kaum Bapak Katolik sebagai mitra gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, sejahtera, dan penuh semangat persaudaraan.(Dm)







