TimurTotabuan.com MANADO — Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, menghadiri High Level Meeting (HLM) yang mempertemukan sejumlah tim strategis pengendali ekonomi daerah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Senin (23/2/2026).

Pertemuan tersebut mengintegrasikan agenda Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Daerah (TP2ED), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor keuangan dalam merespons dinamika ekonomi, mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok hingga percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.
Dalam pernyataannya, Bupati Oskar menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong efisiensi tata kelola keuangan daerah.
“Pengendalian inflasi, digitalisasi transaksi, serta perluasan akses keuangan harus berjalan beriringan. Pemerintah daerah harus adaptif dan inovatif agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang,” tegasnya.

Salah satu agenda penting dalam HLM tersebut adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kesepakatan ini diarahkan untuk memperkuat koordinasi fiskal, meningkatkan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi, serta memastikan pengelolaan pendapatan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berharap kapasitas fiskal daerah semakin kuat, sehingga program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Kegiatan turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus selaku koordinator TPID, TP2DD, dan TPAKD daerah, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Kepala OJK Sulut–Gorontalo, serta jajaran KDEKS Sulawesi Utara.(DM)







